Sistem Filsafat Agama Hindu


Sistem Filsafat Hindu

 Sistem Filsafat Hindu Berasal Dari Istilah Nawadarsana sebenarnya adalah adalah penggabungan Sad Darsana dengan filsafat Nastika yaitu aliran filsafat yang tidak mengakui otoritas Veda sehingga disebut dengan Nastika atau filsafat heterodox adalah sebagai berikut.

1) Aliran filsafat materialistis dari Carvaka

   Carvaka tidak pernah percaya kepada Sorga dan Neraka dan terhadap Tuhan yang menciptakan alam semesta, karena itu aliran ini bersifat atheis. Carvaka menitik beratkan untuk mencari kesenangan duniawi saja, Ada dua jenis pengikut Carvaka, yaitu Dhurta (licik dan tidak terpelajar) dan Susiksita (terpelajar). Salah satu pengikut Susikta yang terkenal adalah Watsyana yang terkenal bukunya Kamasutra.

2) Sistem filsafat Jaina 

   Aliran Jaina artinya memperoleh keuntungan dalam menghadapi tantangan duniawi. Pendiri aliran ini adalah Mahavira yang nama aslinya Vardhamana. Aliran filsafat yang bersifat artheis ini percaya seseorang dapat mencapai kebebasan rohani seperti Guru mereka. Ada dua golongan Jaina, yaitu ; Digambara (golongan yang sangat fanatik dan bahkan tidak berpakaian) dan Svetambara (glongan yang lebih moderat, menggunakan pakaian serba putih). Bisa dikatakan filsafat Jaina bersifat pragmatis realistist.

3) Aliran filsafat Buddha

  Filsafat Buddha didirikan oleh pengikut Sang Buddha, Siddharta Gautama dan dinasti Sakya. Ajaran filsafat Buddha meliputi Catur Arya Satyani (empat kebenaran mulia), Pratitya Samut Pada (dua belas hal yang menyebabkan penderitaan) dan Asta Marga (delapan jalan yang benar)

  Enam Filsafat Hindu yang dikenal dengan Sad Darsana adalah enam sistem filsafat filsafat orthodox yang merupakan enam cara mencari kebenaran , yaitu : Nyaya, Samkya, Yoga, Vaiseka,  Mimamsa, dan Vedanta. Disamping enam Darsana pokok awal yang termasuk jaman Sutra-sutra juga terdapat beberapa darsana yang termasuk zaman scholastic, yaitu Dvaita, Visistadvaita dan Advaita. Kesemua sistem filsafat tersebut mendasarkan ajarannya kepada Veda baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga disebut juga sebagai Astika.


Sistem Filsafat Agama Hindu

     Keenam aliran filsafat yang disebutkan diatas, secara langsung berasal dari kitab-kitab Veda sehingga merupakan enam buah jalan berbeda menuju sebuah kota di mana untuk mencapai kota tersebut dapat ditempuh dengan melewati salah satu jalan tersebut. Demikian pula dengan keenam aliran pemikiran yang merupakan metoda atau cara pendekatan yang berbeda-beda menuju Tuhan untuk menyesuaikan dengan temparamen, kemampuan dan kualitas mental orang yang berbeda-beda pula, tetapi kesemuanya itu memiliki satu tujuan, yaitu menghilangkan ketidak tahuan dan pengaruh-pengaruhnya berupa penderitaan dan duka cita, serta pencapaian kebebasan, kesempurnaan, kekekalan dan kebahagiaan abadi dengan penyatuan dari jiwa pribadi (Jivatman) dengan Jiva Tertinggi (Paramatman).

   Enam aliran filsafat tersebut di bagi lagi menjadi lima kelompok yang saling berpasangan dan saling menunjang, yaitu : Nyaya dengan Vaisesika, Samkhya dengan Yoga, Mimamsa dengan Vedanta.

1. Nyaya Darsana diajarkan oleh rsi Gautaman.
2. Vaisesika Darsana diajarkan oleh rsi Kanada.
3. Samkhya Darsana diajarkan oleh Kapila muni.
4. Yoga Darsana diajarkan oleh maharsi Patanjali berdasarkan ajaran dari guru beliau yang bernama Gaudapa dan menyusun Yoga Sutra yang merupakan acuan tentang Raja-Yoga.
5. Mimamsa Darsana diajarkan oleh Jaimini yang merupakan murid dari Vyasa berdasarkan pada bagian ritual kitab Veda.
6. Vedanta atau Brahma-Sutra diajarkan oleh Maharsi Badarayana atau Vyasa.

Sekian untuk Sistem Filsafat Agama Hindu ,



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel